KESENIAN INDONESIA YANG TERKENAL DI DUNIA

Tari Saman dari Aceh atau yang dikenal dengan “seribu tangan” mendapatkan sambutan hangat dari penonton dengan tepukan tangan dan decakan kagum saat tampil di panggung utama Festival Kebudayaan Dunia yang diselenggarakan di Dublin akhir pekan ini.
Festival yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari berbagai suku bangsa yang berada di Irlandia, ujar jurubicara KBRI London Novan Ivanhoe Saleh kepada koresponden Antara London, Rabu (2/9).
Dikatakan persiapan penampilan para penari amatir Indonesia dilakukan jauh jauh hari dan pelatih tari Saman Meutia Verayanti yang berasal dari Aceh dan menetap di London khusus datang ke Dublin.
Meutia, siswa Indonesia di London khusus didatangkan KBRI London dalam rangka mendukung kegiatan masyarakat Indonesia yang berada di Dublin, ujar Novan Ivanhoe Saleh.
Menurut Nova, KBRI London yang wilayah kerjanya juga mencakup Irlandia mendukung kegiatan yang dikenal dengan Dublin`s Laya Festival, DLR Festival Budaya Dunia, guna mempromosikan dan memperkenalkan Indonesia kepada warga Irlandia.
Dikatakannya sebanyak 10 penari menyemarakan pesta rakyat di Republik Irlandia itu pada acara World Culture Festival yang menurut panitia tarian dari Indonesia termasuk tari yang rumit.
Disebutkan Tari Saman merupakan tarian mengisahkan epik kebaikan melawan kejahatan. “Saman” yang paling populer di Aceh dan menjadi terkenal di luar negeri yang disebut dengan “Seribu tangan”.
Tahun lalu, salah satu tarian yang dipertunjukkan warga Indonesia pada festival ini adalah tari Kecak asal Bali. Acara ini, juga dijadikan ajang pertemuan dalam memperingati HUT RI bagi warga Indonesia di Irlandia, ujarnya.
Menurut Abdul Mudjib, salah satu siswa Indonesia yang tampil dalam grup tari Saman tersebut, saat ini sekitar 200-0 an warga Indonesia menetap di Irlandia. Sebagian besar mereka bekerja di sektor perhotelan. (Pusformas)
Gamelan menjadi kurikulum sekolah di Di New Zealand, Singapura, Amerika Serikat dan Jepang.

Gamelan Jawa telah menjadi salah satu kurikulum tetap di New Zealand School of Music (NZSM) dengan kode mata kuliah PERF250 – Special Indonesian Gamelan berdasarkan kesepakatan kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington dengan NZSM pada tahun 1975. Kesepakatan ini ditindak-lanjuti dengan pemberian seperangkat gamelan Pelog oleh KBRI Wellington dengan status ‘pinjaman permanen’.
Jumlah mahasiswa ‘gamelan course’ tahun 2011 mencapai 23 orang. Melebihi batas maksimal penerimaan mahasiswa khususnya untuk mata kuliah PERF250 sebanyak 18 orang. Ini menunjukkan besarnya minat mahasiswa NZSM untuk mendalami seni budaya Indonesia khususnya gamelan. Jangka waktu pengajaran sangat singkat yaitu satu semester atau kurang lebih 13 minggu. Dalam kurun waktu tersebut, selain mahasiswa harus mampu memainkan sebanyak 3 gending gamelan dengan teknik menabuh yang baik, mereka juga harus mendalami teori tentang sejarah dan perkembangan gamelan.
Kepiawaian para mahasiswa tersebut ditampilkan dalam acara Ujian Akhir mata kuliah gamelan Jawa bertajuk “Heavenly Gongs : Music from Java” pada Minggu, 12 Juni 2011 lalu yang diselenggarakan di Adams Concert Room (ACR) NZSM. Acara tersebut mampu membuat kagum sekitar 200 penonton dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pengajar, masyarakat New Zealand dan Indonesia.
Festival Gamelan Dunia pertama diadakan tahun 1986 di Kanada. Setidaknya terdapat ratusan lebih kelompok ensambel dan studi gamelan di Amerika Serikat, belum lagi di negara lain. Menurut Rahayu Supanggah, penggagas Festival Gamelan Dunia tersebut, Singapura telah menjadikan gamelan sebagai mata pelajaran wajib di berbagai sekolah dasar pada hampir sebagian wilayahnya.
Di Amerika, gamelan Jawa sudah terkenal di berbagai universitas unggulan, seperti Universitas California di Berkeley (gamelan Kyai Udan Mas), San Jose University (gamelan Sekar Kembar), Lewis and Clark College (Kyai Guntur Sari), Michigan, Wiscounsin, Northern Illinois, Oberlin, Wesleyan, dan ratusan universitas terkemuka lainnya.
Di Jepang, gamelan sudah menjadi media ajar di berbagai universitas, seperti Tokyo University of Fine Art and Music dengan grup gamelannya yang bernama Kyai Lambang Sari, di Kuntachi College of Music (Gamelan Sekar Jepun), Dharma Budaya Osaka University, Hyogo University, Tokyo Osaka-Tohogakuen (semuanya college of music).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar